Sebuah blockchain baru dengan sidechain berdasarkan smart contract telah diusulkan. Untuk memberikan pemungutan suara elektronik yang akurat, mudah, aman, dan jujur, sistem ini menggunakan tiga smart contract: pemilih, kandidat, dan surat suara. Koin pemungutan suara, yang mewakili status pemilih, digunakan dalam sistem yang diusulkan untuk memerangi penipuan. Dengan menjalankan tugas di luar rantai dan mengirimkan hasilnya ke rantai utama, teknologi sidechain meningkatkan blockchain. Masalah ini akan berkurang dengan menyimpan catatan suara terenkripsi di sidechain dan menggunakan hasil yang didekripsi di blockchain utama. Dengan paradigma otorisasi ini, membuat kebijakan kontrol akses yang membatasi akses kepada mereka yang memiliki wewenang untuk mengakses suara untuk penghitungan menjadi lebih mudah. Sistem e-voting yang disarankan akan memperkuat pertahanan sistem terhadap serangan pemungutan suara ulang dan mengurangi masalah pemrosesan serta waktu pemrosesan.

Metode yang diusulkan bertujuan untuk menciptakan sistem pemungutan suara elektronik yang aman, efisien, dan mudah digunakan dengan menggunakan teknologi blockchain dan sidechain. Metode ini melibatkan langkah-langkah teroerinci sebagai berikut:

  1. Implementasi tiga smart contract: Sistem ini menggunakan tiga smart contract – pemilih, kandidat, dan pemungutan suara. Kontrak pintar ini dirancang untuk bekerja sama untuk memastikan integritas dan keamanan proses pemungutan suara.
  2. Pencegahan tindakan curang: Masalah tindakan curang diatasi dengan menggunakan koin suara, yang menunjukkan status pemilih. Pendekatan ini membantu mencegah aktivitas jahat dan memastikan proses pemungutan suara yang adil.
  3. Integrasi teknologi sidechain: Teknologi sidechain melengkapi blockchain dengan melakukan operasi di luar blockchain dan mengirimkan hasilnya ke mainchain. Integrasi ini mengurangi biaya penyimpanan suara terenkripsi di sidechain dan menggunakan hasil yang didekripsi di mainchain.
  4. Paradigma otorisasi: Metode ini menggunakan paradigma otorisasi untuk membangun kebijakan kontrol akses yang hanya memberikan akses kepada pengguna yang memiliki otorisasi untuk menghitung suara. Pendekatan ini menyederhanakan proses pengelolaan kebijakan kontrol akses dan memastikan bahwa hanya pengguna yang sah yang dapat berpartisipasi dalam proses pemungutan suara.
  5. Peningkatan keamanan: Sistem e-voting yang diusulkan meningkatkan keamanan sistem terhadap serangan pemungutan suara ulang dan mengurangi biaya pemrosesan dan waktu pemrosesan. Hal ini membuat proses pemungutan suara menjadi lebih efisien dan aman bagi semua peserta.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, metode yang disajikan dalam makalah ini bertujuan untuk menciptakan sistem pemungutan suara elektronik yang baru dan aman yang menjawab tantangan metode pemungutan suara tradisional dan menawarkan alternatif yang lebih efisien dan aman untuk pemilihan di masa depan.

A novel smart contract based blockchain with sidechain for electronic voting

Abhinandan Shirahatti, Vijay Rajpurohit, Sanjeev Sannakki

Nowadays irony appears to be pervasive in all social media discussion forums and chats, offering further obstacles to sentiment analysis efforts. The aim of the present research work is to detect irony and its types in English tweets We employed a new system for irony detection in English tweets, and we propose a distilled bidirectional encoder representations from transformers (DistilBERT) light transformer model based on the bidirectional encoder representations from transformers (BERT) architecture, this is further strengthened by the use and design of bidirectional long-short term memory (Bi-LSTM) network this configuration minimizes data preprocessing tasks proposed model tests on a SemEval-2018 task 3, 3,834 samples were provided. Experiment results show the proposed system has achieved a precision of 81% for not irony class and 66% for irony class, recall of 77% for not irony and 72% for irony, and F1 score of 79% for not irony and 69% for irony class since researchers have come up with a binary classification model, in this study we have extended our work for multiclass classification of irony. It is significant and will serve as a foundation for future research on different types of irony in tweets.

Redaksi: I. Busthomi