Journal of Education and Learning (EduLearn) menerbitkan edisi Agustus 2026 (Volume 20, Nomor 3) dengan total 66 artikel penelitian. Edisi ini memuat beragam penelitian dari berbagai bidang riset pendidikan, mulai dari proses pembelajaran di kelas hingga isu kebijakan dan transformasi sistem pendidikan
Dari pemetaan terhadap 66 artikel, topik Teaching and Learning Experiences mendominasi dengan 15 artikel (22,7%), kemudian Curriculum and Instructional Practices dengan 14 artikel (21,2%), dan Assessment and Evaluation dengan 12 artikel (18,2%). Ketiganya menyumbang lebih dari 62% dari seluruh artikel pada edisi ini.

Gambar 1. Topik penelitian terpopuler dalam edisi Agustus 2026
Topik lain yang tercatat meliputi Educational Technology dengan 8 artikel (12,1%), Student Development and Learning Outcomes dengan 7 artikel (10,6%), Scholarly Research Trends dengan 6 artikel (9,1%), Educational System Transformation dengan 3 artikel (4,5%), dan General Topics dengan 1 artikel (1,5%).
Dominasi tiga topik utama ini mengindikasikan bahwa riset pendidikan masih berfokus pada proses pembelajaran di kelas, pengembangan kurikulum, dan pengukuran hasil belajar. Sebaliknya, porsi kecil pada topik transformasi sistem pendidikan dan topik umum menunjukkan masih terbukanya peluang riset di bidang reformasi kebijakan, digitalisasi, dan perubahan struktur pendidikan.
Dari sisi metode, pendekatan kuantitatif paling banyak digunakan dengan 27 artikel (41%), mencerminkan kuatnya tradisi riset berbasis data terukur. Pendekatan kualitatif menyusul dengan 15 artikel (23%), diikuti mixed method research dengan 11 artikel (17%). Edisi ini juga memuat 5 artikel systematic literature review dan 8 artikel dengan pendekatan lain.

Gambar 2. Distribusi pendekatan penelitian
Komposisi ini menunjukkan bahwa komunitas peneliti pendidikan semakin terbuka terhadap keberagaman metodologis, tidak hanya mengandalkan validasi berbasis angka, tetapi juga pemahaman mendalam terhadap pengalaman dan konteks belajar.
Kesimpulan
Edisi Agustus 2026 menegaskan bahwa pengalaman belajar, kurikulum, dan evaluasi tetap menjadi inti riset pendidikan saat ini. Minimnya perhatian pada transformasi sistem pendidikan justru mengisyaratkan peluang riset yang belum banyak digarap. Area yang jarang diteliti kerap menjadi sumber gagasan yang paling relevan dan berdampak.
