Robot bergerak otonom (AMR) sudah umum di pabrik dan gudang modern. Namun, robot konvensional bergantung pada algoritma dan konfigurasi sensor yang telah ditentukan. Ketika tugas atau lingkungan berubah, penyesuaiannya biasanya menuntut pemrograman ulang oleh teknisi.

Bagaimana jika operator cukup memberi perintah dalam bahasa sehari-hari, seperti “bergerak ke kanan dan hindari rintangan,” lalu robot menerjemahkannya menjadi gerakan?

Dalam makalah yang terbit di IAES International Journal of Robotics and Automation (IJRA), Mishra dkk. membangun prototipe AMR berbiaya rendah (Raspberry Pi 4, webcam, deteksi objek YOLOv5) yang terhubung ke LLM melalui API cloud.

Menurut penulis, sistem ini menyelesaikan 89% pengecualian navigasi dalam pengujiannya. Penulis juga mengakui bahwa ketergantungan pada API cloud menimbulkan latensi dan risiko ketika koneksi jaringan buruk.

Penasaran dengan metode pengujian dan hasil lengkapnya? Baca selengkapnya di IJRA Vol. 15, No. 3.

IJRA mengundang akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berkontribusi di bidang algoritma koordinasi dan sistem multi-robot otonom. 

Referensi

🔗V. K. Mishra et al., “Integrating large language models for context-aware decision making in autonomous mobile robots,” IAES International Journal of Robotics and Automation (IJRA), vol. 15, no. 3, p. 607, Sep. 2026, doi: 10.11591/ijra.v15i3.pp607-620.