Prediktor layanan persalinan di Indonesia

Faktor-faktor yang mempengaruhi layanan persalinan di Indonesia meliputi kondisi geografis, pendidikan dan ekonomi. Wanita yang bukan penduduk cenderung menggunakan fasilitas kesehatan swasta daripada fasilitas kesehatan yang terlembaga yakng memiliki akses lebih mudah untuk dijangkau. Putri dan Laksono (2022) menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan agar mereka dapat memanfaatkan persalinan yang aman di fasilitas kesehatan. Adapun tantangan yang dihadapi perempuan dalam mengakses layanan persalinan yang aman di Indonesia antara lain:

  1. Hambatan geografis: perempuan yang bukan penduduk setempat cenderung menggunakan fasilitas kesehatan berbasis komunitas daripada fasilitas kesehatan yang terlembaga karena masalah jarak dan aksesibilitas.
  2. Pendidikan: wanita dengan pengetahuan yang kurang memadai tentang tanda-tanda bahaya kehamilan dan kunjungan antenatal care yang lebih rendah lebih cenderung memilih untuk melahirkan di rumah daripada di fasilitas kesehatan.
  3. Kondisi ekonomi: studi ini menemukan bahwa akses ke layanan kesehatan yang dilembagakan merupakan penghalang bagi perempuan untuk menggunakan layanan persalinan yang aman, sehingga menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan agar mereka dapat menggunakan persalinan yang aman di fasilitas kesehatan.
  4. Kurangnya diskusi dengan suami: wanita yang tidak pernah berdiskusi dengan suami mereka tentang tempat melahirkan yang direncanakan cenderung lebih memilih untuk melahirkan di rumah.
  5. Program layanan kesehatan ibu: pemerintah telah mengimplementasikan program layanan kesehatan ibu untuk meminimalkan layanan persalinan di rumah dan meningkatkan pemanfaatan layanan tersebut oleh para ibu. Namun, tidak ada cukup bukti bahwa kebijakan-kebijakan ini secara efektif menurunkan angka kematian ibu.
  6. Terbatasnya akses ke layanan persalinan yang aman: temuan ini menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan agar perempuan dapat memanfaatkan persalinan yang aman di fasilitas kesehatan, yang menunjukkan bahwa akses terhadap layanan persalinan yang aman merupakan tantangan yang dihadapi perempuan di Indonesia.

Menurut Putri dan Laksono (2022), lembaga swadaya masyarakat (LSM) memiliki peran yang penting dalam meningkatkan kesehatan ibu di Indonesia melalui beberapa inisiatif:

  1. LSM terlibat dalam mendidik wanita tentang tanda-tanda bahaya kehamilan, perawatan antenatal, dan pentingnya layanan kesehatan yang dilembagakan untuk layanan persalinan.
  2. LSM mengimplementasikan program berbasis masyarakat untuk memberikan dukungan dan sumber daya kepada perempuan di daerah pedesaan dan yang kurang terlayani. Program-program ini meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan dan mengatasi hambatan geografis.
  3. LSM melakukan advokasi kebijakan dan bekerja sama dengan pemerintah untuk mempromosikan program layanan kesehatan ibu serta meningkatkan pendanaan untuk inisiatif ini.
  4. LSM memberdayakan perempuan dan memberikan dukungan dalam pengambilan keputusan tentang kesehatan dan layanan persalinan.
  5. LSM memperjuangkan peningkatan akses terhadap layanan persalinan yang aman, terutama bagi perempuan di daerah terpencil.

Predictors of childbirth services in Indonesia

Nuzulul Kusuma Putri, Agung Dwi Laksono

The Government of Indonesian implemented maternal health service programs to minimize at-home childbirth services and increase mothers’ utilization of its services. There is not enough evidence these policies are effectively decreasing the maternal mortality rate. Hence, this study aimed to analyze the predictors of each specific childbirth services in Indonesia. This study used the secondary dataset of the 2012 Indonesian demographic data survey (IDHS). The sample was 17,769 women ages 15 to 49 years old. We performed logistic regression for the multivariate case to identify the predictors of childbirth service. Geographical, education, and economic condition significantly predict childbirth services. Women who are not residents tend to use a community-based facility than institutionalized health. Women with higher parity, inadequate knowledge on pregnancy danger signs, lower antenatal care visits, and never had any discussion with their husbands about the planned place of giving birth tend to prefer giving birth at home than health facilities. Women’s decision to use a safe childbirth service is hindered by demanding access to reach institutionalized healthcare. Our findings highlighted the importance of women empowerment to enable women to utilize safe labor in a health facility.

Redaksi: I. Busthomi